Tensaya menghubungkan pasien hipertensi secara real-time dengan dokter dan tenaga kesehatan Puskesmas melalui instrumen kepatuhan ilmiah SCHI, pencatatan tensi harian, dan modul edukasi interaktif.
RM: 20260001 • Puskesmas
Masukkan hasil sistolik dan diastolik Anda untuk melihat klasifikasi klinis resmi berdasarkan pedoman American Heart Association (AHA).
Tekanan darah Anda berada dalam batas normal. Pertahankan pola hidup sehat, kurangi konsumsi garam berlebih, dan lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari.
Semua kebutuhan pengelolaan hipertensi terintegrasi dalam satu platform modern dan mudah digunakan.
Pencatatan tensi harian mandiri, pengingat minum obat berkala, jadwal kontrol puskesmas, dan akses video edukasi langsung dari smartphone.
Tenaga kesehatan dapat memantau grafik perkembangan tensi seluruh pasien binaan, mendeteksi krisis lebih awal, dan mengirim pesan reminder.
Kemudahan ekspor rekam medis pasien ke PDF resmi bertanda tangan, impor data massal via Excel, serta grafik sebaran demografis wilayah.
Tensaya mengadopsi 14 butir pertanyaan baku instrumen SCHI (Self-Care of Hypertension Inventory) versi Bahasa Indonesia yang telah tervalidasi untuk mengukur 3 dimensi utama perilaku pasien hipertensi:
Mengukur keteraturan konsumsi obat antihipertensi, pencegahan lupa minum obat, dan pemahaman jadwal harian.
Evaluasi pembatasan asupan natrium harian (< 2.000 mg), konsumsi sayur, buah, dan makanan olahan rendah garam.
Menilai frekuensi kunjungan berkala ke fasilitas kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, dan konsultasi dokter PIC.
Materi edukasi gaya hidup, pola makan rendah natrium, serta latihan relaksasi pernapasan yang disusun oleh tenaga kesehatan.
Stres kronis memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol yang mempersempit pembuluh darah. Latihan pernapasan dalam 4-7-8 selama 5 menit setiap pagi dan malam sangat membantu menurunkan tensi sistolik.
Kemenkes menganjurkan aktivitas fisik aerobik sedang setidaknya 150 menit per minggu, seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda santai. Hindari olahraga berat yang memicu peningkatan tensi mendadak.
Banyak pasien menghentikan konsumsi obat ketika merasa sehat. Padahal obat antihipertensi bekerja mengendalikan tekanan darah agar tidak merusak pembuluh darah organ penting.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena sering kali tidak bergejala namun dapat memicu komplikasi fatal seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Pengukuran rutin adalah kunci deteksi dini.
Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) berfokus pada konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan produk susu rendah lemak. Batasi asupan natrium tidak lebih dari 2.000 mg (1 sendok teh garam) per hari.
Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terintegrasi dalam pemantauan hipertensi terpadu Tensaya.
Jl. Kesehatan No. 1, Kota
Akses portal Tensaya untuk mencatat tekanan darah, mengisi evaluasi SCHI berkala, dan berkonsultasi langsung dengan dokter penanggung jawab Anda.